SELAMAT DATANG DI MEDIA BELAJAR AHMAD ANDI'S NOTE

Selasa, 20 Maret 2012

Kepedulian Terhadap Lingkungan Sekitar

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Lingkungan, di Indonesia sering juga disebut "lingkungan hidup". Misalnya dalam Undang-Undang no. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.A.F.A 

Secara kelembagaan di Indonesia, instansi yang mengatur masalah lingkungan hidup adalah Kementerian Lingkungan Hidup (dulu: Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup) dan di daerah atau provinsi adalah Bapedal 
Kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar adalah dengan tetap menjaga kelestarian alam lingkungan sekitar terutama pemukiman penduduk. Perusahaan memilih menggunakan bahan2 produksi yang sebisa mungkin ramah lingkungan. Perusahaan juga telah menandatangani SITU (Surat Ijin Tempat Usaha) untuk tetep menjaga lingkungan sekitar pabrik terutama pemukiman.
Selain itu bentuk kpedulian perusahaan terhadap lingkungan adalah mengambil sebagian besar pegawainya adalah warga setempat.

Rabu, 18 Januari 2012

KOMODITAS PERUSAHAAN

1.Aromatic Chemical
PT. Indeso Aroma telah mengembangkan seluruh berbagai turunan dari minyak cengkeh yang digunakan dalam produk kimia aromatik dalam industri parfum di sseluruh dunia.kami bangga pada kemampuan Kami menyediakan pasar global untuk produk-produk yang unik seperti:

v §     Benzyl Isoeugenol 903
v §     Caryophyllene 917
v §     Caryophyllene 919
v §     Caryophyllene 924
v §     Caryophyllene Acetate 927
v §     Dihydroegenol 909
v §     Eugenol USP 906
v §     Eugenol USP 926
v §     Eugenol 90 935
v §     Eugenyl Acetate 905
v §     Isoeugenol HT 914
v §     Isoeugenol S 915
v §     Isoeugenyl Acetate 908
v §     Metyl Eugenol 921
v §     Metyl Eugenol A931
v §     Metyl Isoeugenol 022

2. Natural ekstrak
Ekstrak alami yang dibuat dengan memperlakukan bahan baku alami seperti cengkeh,coklat, atau kopi dengan pelarut. Ekstrak dipekatkan dengan penguapan parsial atau totaldari pelarut, yang menghasilkan profil flavor yang spesifik.
Ekstrak alami kami meliputi: 


3.Essensial oil
Pada Indesso kualitas dibangun ke dalam setiap aspek dari proses produksi. Kami mengambil setiap kesempatan yang mungkin untuk standarisasi kualitas dengan menggunakan beberapa mesin yang paling canggih dan peralatan dalam industri.
Berikut adalah beberapa fitur dari proses produksi kami.
a) Pemulihan aromatik dalam perangkap kita evaporator aroma volatile dan menambahkanmereka kembali ke produk akhir.
b) Sepenuhnya otomatis sistem kontrol terkomputerisasi menjamin konsistensi produk yang lebih besar
Produk kami bersertifikat Halal dan Kosher. Sertifikat dapat diperoleh atas permintaan konsumen.
      
Sekarang, kami telah merilis sebuah produk kimia multi guna yang integral kehidupan sehari-hari, yaitu:

Ekstrak alami
Minyak esensial
Kimia aromatik
Produk ini telah digunakan di sejumlah industires, khususnya di Asia, Eropa dan Amerika Serika
t

Rabu, 11 Mei 2011

ZAT PENAWET MAKANAN YANG AMAN


          Adakah makanan dalam kemasan yang tanpa bahan pengawet? Rasanya pertanyaan tersebut terdengar aneh di zaman sekarang ini. Betapa tidak, nyaris setiap hari perut kita tak pernah absen menerima pasokan makanan berbahan pengawet. Jajanan bocah di warung-warung, juga aneka camilan dan minuman di supermarket semuanya diduga kuat mengandung bahan makanan berpengawet. Bahkan, aneka saus dan selai pun mengandung bahan pengawet. Terlebih sumber makanan hewani dan nabati yang dikemas dalam kaleng. Dokter kandungan biasanya tidak menganjurkan ibu hamil mengonsumsi makanan dalam kemasan kaleng ini.
Menurut Dr. Sri Durjati Boedihardjo, ada beberapa alasan mengapa para pembuat makanan mengawetkan produk mereka. Salah satunya karena daya tahan kebanyakan makanan memang sangat terbatas dan mudah rusak (perishable). Dengan pengawetan, makanan bisa disimpan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan dan ini jelas-jelas sangat menguntungkan pedagang.
           Alasan lain, beberapa zat pengawet berfungsi sebagai penambah daya tarik makanan itu sendiri. Seperti penambahan kalium nitrit agar olahan daging tampak berwarna merah segar. Tampilan yang menarik biasanya membuat konsumen jatuh hati untuk membelinya.
           Menurut pakar gizi dari RS Internasional Bintaro, Banten, secara garis besar zat pengawet dibedakan menjadi tiga. Ada GRAS ( Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak berefek racun sama sekali. Jenis berikut adalah ADI (Acceptable Daily Intake), yang selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake) guna melindungi kesehatan konsumen. Terakhir adalah zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi, alias berbahaya seperti boraks, formalin dan rhodamin B. Formalin, misalnya, bisa menyebabkan kanker paru-paru serta gangguan pada alat pencernaan dan jantung. Sedangkan penggunaan boraks sebagai pengawet makanan dapat menyebabkan gangguan pada otak, hati, dan kulit.
PENGAWETAN ALAMI
* DENGAN GARAM
          Salah satu metode pengawetan alami yang sudah dilakukan masyarakat luas selama bertahun-tahun adalah penggunaan garam atau NaCl. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan diyakini mampu menghambat pertumbuhan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, sehingga makanan tersebut jadi lebih awet.
Pengawetan dengan garam ini memungkinkan daya simpan yang lebih lama dibanding dengan produk segarnya yang hanya bisa bertahan beberapa hari atau jam saja. Contohnya ikan yang hanya tahan beberapa hari, bila diasinkan bisa disimpan selama berminggu-minggu. Tentu saja prosedur pengawetan ini perlu mendapat perhatian karena konsumsi garam secara berlebihan bisa memicu penyakit darah tinggi. Apalagi jika keluarga si anak memiliki riwayat hipertensi.
* DENGAN SUHU RENDAH
          Metode lain yang dianggap aman adalah pengawetan dengan menyimpan bahan pangan tersebut pada suhu rendah. Suhu di bawah nol derajat Celcius mampu memperlambat reaksi metabolisme, disamping mencegah perkembangbiakan mikroorganisme yang bisa merusak makanan.
Prosedur pengawetan melalui pembekuan ini bisa membuat makanan awet disimpan selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Meski begitu, kualitas makanan yang dibekukan tetap saja berkurang sedikit dibandingkan makanan segarnya. Selain itu, pembekuan juga berpengaruh terhadap rasa, tekstur dan warna maupun sifat-sifat lain dari makanan tersebut.
* DENGAN PENGERINGAN
         Cara lain yang juga kerap dilakukan untuk mengawetkan makanan adalah pengeringan karena air bebas merupakan faktor utama penyebab kerusakan makanan. Semakin tinggi kadar air dalam makanan tertentu, maka semakin cepat proses kerusakannya. Melalui proses ini, air yang terkandung dalam bahan makanan akan diminimalkan. Dengan begitu, mikroorganisme perusak makanan tidak bisa berkembang biak.
          Seperti halnya makhluk hidup yang kita jumpai sehari-hari, baik jamur, kuman, maupun bakteri memerlukan air untuk bisa bertahan hidup. Namun agar hasilnya bisa maksimal, proses pengeringan harus berjalan sempurna. Jika tidak, jamur dan mikroba tetap bisa tumbuh pada makanan yang berarti tidak aman lagi dikonsumsi.
Lebih lanjut, ahli gizi yang kerap disapa Ndung ini menuturkan, berdasarkan Permenkes No.722/88 terdapat 25 jenis pengawet yang diizinkan untuk digunakan dalam makanan. Meski termasuk kategori aman, hendaknya bahan pengawet tersebut harus digunakan dengan dosis di bawah ambang batas yang telah ditentukan.
BAHAN-BAHAN PENGAWET YANG DIIZINKAN:
1. asam benzoat,
2. asam propionat,
3. asam sorbat,
4. sulfur dioksida,
5. etil p-hidroksi benzoat,
6. kalium benzoat,
7. kalium sulfit,
8. kalium bisulfit,
9. kalium nitrat,
10. kalium nitrit,
11. kalium propionat,
12. kalium sorbat,
13. kalsium propionat,
14. kalsium sorbat,
15. kalsium benzoat,
16. natrium benzoat,
17. metil-p-hidroksi benzoat,
18. natrium sulfit,
19. natrium bisulfit,
20. natirum metabisulfit,
21. natrium nitrat,
22. natrium nitrit,
23. natrium propionat,
24. nisin, dan
25. propil-p-hidroksi benzoat.


Sumber : http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg08490.html